2026-07-27 // REPORT
Sosial

Refleksi 28 Tahun Reformasi, Pemuda Diajak Perkuat Persatuan dan Demokrasi

JAKARTA — Pemuda Patriot Nusantara dan Digdaya Indonesia menggelar Dialog Pemuda bertajuk “28 Tahun Reformasi: Perjuangan Masa Lalu, Kini, dan Esok” di kawasan Tebet, Jakarta, Jumat (10/7/2026).

Dialog tersebut digelar sebagai ruang refleksi atas perjalanan Reformasi 1998 sekaligus forum pertukaran gagasan mengenai peran generasi muda dalam menjaga demokrasi, menegakkan hukum, dan mendorong terwujudnya kesejahteraan sosial.

Puluhan peserta dari berbagai organisasi kepemudaan, kemahasiswaan, organisasi kemasyarakatan, dan kelompok aktivis menghadiri kegiatan tersebut. Mereka antara lain berasal dari HMI, KAMMI, LMND, dan KMHDI.

Ketua Umum Pemuda Patriot Nusantara, Andi Kurniawan, mengatakan pemuda memiliki posisi penting dalam menjaga arah perjalanan bangsa. Menurutnya, generasi muda tidak boleh bersikap pasif dalam menghadapi berbagai tantangan demokrasi dan pembangunan nasional.

“Reformasi telah membuka ruang kebebasan berpendapat dan berdemokrasi. Ruang itu harus terus dijaga agar arah bangsa tetap sesuai dengan semangat Reformasi 1998,” kata Andi.

Ia menambahkan, kolaborasi antara Pemuda Patriot Nusantara dan Digdaya Indonesia diharapkan dapat mendorong generasi muda untuk kembali mengembangkan sikap kritis, terbuka, dan bertanggung jawab terhadap masa depan bangsa.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital RI, Nezar Patria, menilai Reformasi telah memberikan dampak besar terhadap kehidupan politik Indonesia. Selain memperluas kebebasan berpendapat, Reformasi juga membuka ruang bagi lahirnya pemimpin-pemimpin daerah yang kemudian berpengaruh dalam politik nasional.

Pandangan lain disampaikan Direktur AEPI, Salamudin Daeng. Ia menekankan bahwa perjuangan mahasiswa harus tetap dilandasi semangat kebangsaan dan kecintaan terhadap negara.

Menurut Salamudin, mahasiswa dan pemuda perlu terus mengawal jalannya pemerintahan serta mengkritisi berbagai persoalan tata kelola yang dinilai belum berpihak pada kepentingan masyarakat.

Pada penutupan dialog, Pemuda Patriot Nusantara dan Digdaya Indonesia menyerukan pentingnya menjaga persatuan, ketertiban, dan keamanan di tengah dinamika nasional.

Mereka juga meminta agar perkembangan yang melibatkan institusi penegak hukum, termasuk Kejaksaan dan Kepolisian, tidak menimbulkan keresahan publik.

Kedua institusi tersebut diharapkan tetap menjaga soliditas dan profesionalisme serta memperkuat sinergi dalam menciptakan stabilitas nasional dan kehidupan masyarakat yang aman, damai, dan harmonis.