2026-10-10 // REPORT
Nasional

Survei: Gen Z dan Milenial Indonesia Kian Sadar Kesehatan Holistik

Generasi Z dan Milenial di Indonesia semakin menaruh perhatian pada kesehatan dan kebugaran secara menyeluruh, tidak hanya dari sisi fisik, tetapi juga mental, emosional, dan sosial, berdasarkan hasil survei terbaru.

Asia Pacific Wellness Culture Survey 2026 yang dirilis Herbalife Indonesia menunjukkan 72 persen Gen Z dan 79 persen Milenial di Indonesia mengaku lebih sering melakukan aktivitas terkait kesehatan dan kebugaran dibandingkan tiga tahun sebelumnya.

Persentase tersebut berada di atas rata-rata nasional yang tercatat sebesar 71 persen.

Director & General Manager Herbalife Indonesia Oktrianto Wahyu Jatmiko mengatakan perubahan gaya hidup itu terlihat dari semakin populernya berbagai aktivitas olahraga dan kebugaran di kalangan generasi muda, seperti lari, padel, pickleball, gym, pilates, futsal, hingga hiking.

“Komitmen terhadap kesehatan dan kebugaran ini tidak hanya memberikan dampak positif dalam jangka pendek, tetapi juga menjadi fondasi bagi generasi muda untuk menjalani kehidupan yang lebih sehat dan bermakna dalam jangka panjang,” kata Oktrianto dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin.

Survei tersebut juga mencatat lebih dari separuh konsumen Gen Z dan Milenial merasakan peningkatan kesejahteraan dibandingkan tiga tahun sebelumnya.

Di kalangan Gen Z Indonesia, kualitas tidur menjadi aspek utama yang ingin ditingkatkan, dipilih oleh 52 persen responden. Setelah itu, 50 persen responden ingin memperbaiki kualitas nutrisi atau pola makan, 49 persen menaruh perhatian pada kesehatan mental dan pengelolaan stres, sementara 36 persen ingin meningkatkan kesejahteraan emosional.

Perhatian tersebut juga mulai diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Sebanyak 58 persen Gen Z mengaku telah memperbaiki kebiasaan tidur, sedangkan masing-masing 56 persen mulai memilih makanan yang lebih sehat dan berolahraga secara rutin.

Meski demikian, kesehatan mental masih menjadi aspek yang dinilai paling membutuhkan dukungan lebih lanjut. Sebanyak 74 persen responden Gen Z menyebut kesehatan mental sebagai area yang memerlukan perhatian, lebih tinggi dibandingkan kesehatan fisik sebesar 66 persen dan kesehatan emosional sebesar 59 persen.

Temuan itu menunjukkan adanya pergeseran cara pandang generasi muda terhadap kesehatan. Kesejahteraan kini tidak lagi dipahami hanya sebagai kondisi fisik yang baik, melainkan juga mencakup keseimbangan mental dan emosional.

Lingkungan digital turut berperan dalam membentuk kebiasaan tersebut. Sebanyak 64 persen responden Gen Z menilai media sosial memberikan dampak positif terhadap kesehatan fisik mereka dalam 12 bulan terakhir, sementara 54 persen merasakan pengaruh positif terhadap kesehatan mental.

Selain media sosial, dukungan dari lingkungan sosial juga dinilai penting. Sebanyak 68 persen responden menyebut lingkaran pertemanan sebagai salah satu faktor yang membantu membangun dan mempertahankan kebiasaan sehat, sedangkan 43 persen menyebut komunitas daring.

Pola serupa juga terlihat pada kelompok Milenial. Sebanyak 62 persen responden menilai media sosial memberi pengaruh terhadap kesehatan fisik, 57 persen terhadap kesehatan emosional, dan 55 persen terhadap kesehatan mental.

Oktrianto mengatakan pertumbuhan komunitas olahraga dan kebugaran, baik secara langsung maupun melalui jaringan digital, membantu mempertemukan orang-orang dengan minat dan tujuan kesehatan yang serupa.

“Baik melalui kelompok olahraga, komunitas kebugaran, maupun jaringan digital, koneksi tersebut membantu mengubah niat untuk hidup sehat menjadi kebiasaan yang berkelanjutan,” ujarnya.

Asia Pacific Wellness Culture Survey 2026 merupakan kajian mengenai pandangan dan perilaku konsumen terhadap kesehatan dan kesejahteraan di kawasan Asia Pasifik.

Herbalife sendiri merupakan perusahaan yang bergerak di bidang kesehatan dan kebugaran dengan menawarkan produk nutrisi serta peluang bisnis melalui jaringan distributor independen.