2026-10-09 // REPORT
Nasional

Batik Parang dan Kawung Jadi Motif Paling Dicari pada Hari Batik 2026

Shopee Indonesia mencatat Batik Parang dan Batik Kawung sebagai dua motif batik yang paling banyak dicari pengguna di platformnya selama momentum Hari Batik Nasional 2026.

Berdasarkan data internal Shopee, tingginya minat terhadap batik juga terlihat dari persebaran penjualnya. Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Jawa Timur menjadi tiga provinsi dengan jumlah penjual batik terbanyak yang memasarkan serta mendistribusikan produknya melalui Shopee.

Di pasar internasional, Malaysia dan Thailand tercatat sebagai dua negara tujuan ekspor utama untuk produk batik melalui Program Ekspor Shopee.

Batik Parang dikenal melalui pola garis diagonal yang sarat makna filosofis. Motif ini merepresentasikan energi yang dinamis, perjuangan hidup, keteguhan hati, serta kearifan. Batik Parang juga termasuk salah satu motif batik tertua yang pada masa lalu hanya dapat dikenakan oleh kalangan bangsawan.

Sementara itu, Batik Kawung memiliki pola geometris berupa empat lingkaran yang mengelilingi satu lingkaran di bagian tengah. Motif tersebut terinspirasi dari bentuk buah kawung atau buah aren dan kerap dimaknai sebagai simbol kesucian serta ketulusan hati.

Perkembangan ekosistem digital turut dimanfaatkan sejumlah jenama lokal untuk memperluas pasar batik. Salah satunya adalah Nona Rara, jenama yang berdiri sejak 2011 dan menghadirkan batik dengan potongan serta desain yang lebih modern agar mudah dikenakan dalam aktivitas sehari-hari.

Brand Manager Nona Rara, Adisfia Nur Henrista, mengatakan kehadiran platform digital membantu pihaknya memperkenalkan batik Indonesia kepada konsumen yang lebih luas.

“Melalui Shopee, Nona Rara lebih mudah mempromosikan batik Indonesia dan terhubung dengan konsumen dari berbagai daerah,” ujar Adisfia dalam keterangan tertulis Shopee yang diterima ANTARA pada Jumat.

Dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional setiap 2 Oktober, Shopee juga menggelar Shopee Festival Batik Nusantara pada 25 September hingga 2 Oktober 2026.

Program tersebut menghadirkan lebih dari 100 pilihan produk batik lokal sekaligus menjadi bagian dari upaya memperluas akses masyarakat terhadap produk batik dari berbagai daerah di Indonesia.