Hukum & Kriminal

Prostitusi Online di Blitar Terbongkar, Pasutri Asal Kediri Kedapatan Jadi Mucikari

×

Prostitusi Online di Blitar Terbongkar, Pasutri Asal Kediri Kedapatan Jadi Mucikari

Sebarkan artikel ini
prostitusi online di blitar
Suasana rilis kasus dugaan prostitusi online yang berhasil diungkap Polres Blitar Kota.

BLITAR, PorosIndonesia.com – Sebanyak 7 orang ditangkap Satreskrim Polres Blitar Kota, diduga terlibat praktik prostitusi online.

Mereka diringkus polisi di 2 lokasi berbeda. Di antaranya, salah satu hotel jalan Bali, Blitar pada yaitu Rabu 20 Maret 2024 malam.

Dan salah satu hotel di Jalan M Hatta Kepanjenkidul Kota Blitar, pada esok harinya, yakni Kamis 21 Maret 2024.

Kapolres Blitar Kota, AKBP Danang Setiyo melalui Wakapolres Blitar Kota, Kompol I Gede Suartika mengatakan, tujuh orang tersebut diringkus dalam 2 kasus yang sama, yakni dugaan prostitusi online.

Pada kasus pertama, yakni penggerebekan di salah satu hotel jalan Bali, Kota Blitar, polisi mengamankan 5 orang tersangka, dan sisanya pada kasus kedua.

Lima orang itu di antaranya pasangan suami istri (Pasutri) berinisial AL (30) dan SAD (25) warga Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri. Pasutri ini sebagai mucikari.

Kemudian, DH (23) warga Lampung Timur Provinsi Lampung, GH (21) warga Bogor Provinsi Jawa Barat, dan GA (23) warga Lampung Timur Provinsi Lampung. Ketiganya sebagai operator aplikasi kencan online atau pencari pelanggan.

“Tersangka memasang tarif mulai dari Rp 300 ribu per satu kali pelayanan kepada pelanggan,” Kompol I Gede Suartika saat konferensi pers, Rabu (27/3/2024) lalu.

Sementara masing-masing PSK, lanjutnya, melayani 3 sampai 5 orang tamu pria per hari.

Kompol I Gede Suartika mengatakan, pembagian hasil dari praktik prostitusi online ini yakni sistem gaji kepada PSK-nya.

Sang mucikari menggaji PSK Rp 8 juta per bulan. Sedangkan operator mendapat bagian sebesar 20 persen setiap transaksi.

“Kalau mucikarinya, mendapat bagian dari sisa semua pendapatan setelah dipotong biaya hotel, gaji operator, dan gaji PSK,” terang Kompol I Gede Suartika.

Untuk kasus kedua, yakni penggerebekan di salah satu hotel di jalan M Hatta Kepanjenkidul, bermula dari penggerebekan kasus pertama.

penangkapan para pelaku ini berawal dari penggerebekan kasus prostitusi online di sebuah hotel di Jl Bali, Kota Blitar, pada Rabu (20/3/2024) malam.

Dalam penggerebekan di lokasi ini, polisi mengamankan 2 orang tersangka yakni seorang perempuan berinisial A (24) warga asal Lebak, Provinsi Banten, dan seorang pria berinisial TW (20) warga asal Semen, Kabupaten Kediri.

Kompol I Gede Suartika menyebut, perempuan A ini berperan sebagai mucikari, sedang TW sebagai operator aplikasi kencan.

Awalnya, mereka beroperasi di Kediri. Kemudian mereka pindah ke Blitar karena sepi pelanggan.

“Yang kedua ini juga sama, ada yang bertindak sebagai mucikari dan satunya operator aplikasi kencan,” terangnya.

Saat ini, lanjutnya, Polres Blitar Kota masih mendalami kasus ini untuk mencari jaringan prostitusi online lainnya.

“Saat ini kami masih melakukan pendalaman apakah ada jaringan lainnya,” imbuhnya.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan pasal 2 ayat 1 UU Nomor 21 Tahun 2007 tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang atau pasal 296 KUHP atau pasal 506 KUHP.

“Ancaman hukumannya paling singkat 3 tahun penjara dan paling lama 15 tahun penjara,” pungkas Wakapolres Blitar Kota. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *