Hukum & Kriminal

Pria Pasuruan Ini Curi Besi Penambat Rel KA, Gak Bahaya Ta?

×

Pria Pasuruan Ini Curi Besi Penambat Rel KA, Gak Bahaya Ta?

Sebarkan artikel ini
Pria pasuruan curi besi penambat rel KA
Polisi mengamankan terduga pelaku pencurian besi penambat rel kereta api di Polsek Beji, Kabupaten Pasuruan.

PASURUAN, PorosIndonesia.com – Entah apa yang ada di pikiran pria berinisial MF (24) ini. Dia nekat mencuri besi penambat rel atau DE Clip kereta api (KA).

DE Clip yang dicuri warga Dusun Sumber, Desa Wotgalih, Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan itu, merupakan area rel KA Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya, di Desa Cangkringmalang, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan.

MF pun kemudian diringkus Polsuska beserta anggota Polsek setempat. Dan MF harus kemudian dijebloskan ke sel tahanan Polsek Beji.

“Terduga pelaku sudah ditangkap dan saat ini sudah diamankan di Polsek Beji,” ujar Iptu Bambang, Kasi Humas Polres Pasirian, Senin (6/5/2024).

Dijelaskannya, pencurian besi penambat rel KA itu terjadi pada Kamis (2/5/2024) sore, sekitar pukul 17.40 WIB.

Penangkapan terhadap MF, bermula dari anggota Polsuska yang sedang berpatroli rutin di jalur KA.

Sore itu, petugas melihat gelagat orang yang mencurigakan berada di jalur KA pada KM 43+3/4 antara Stasiun Porong – Stasiun Bangil. Tepatnya, di Desa Cangkringmalang, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan.

“Dari situlah, terduga pelaku kedapatan mencuri besi penambat rel KA,” kata Iptu Bambang.

Terduga pelaku MF, tak bisa berkutik ketika petugas mendapati sejumlah barang bukti saat penangkapan. Ia pun digelandang petugas ke Polsek Beji.

Barang bukti tersebut, di antarnaya 1 buah palu bodem, 46 penambat rel yang telah dilepas dan dimasukkan ke dalam karung.

Kemudian, tas berisi obeng, handphone, dompet, dan 1 sepeda motor milik pelaku.

“Barang bukti tersebut, sudah kita amankan,” lanjutnya.

Dari aksi MF ini, kata Iptu Bambang, pihak Daop 8 KAI mengalami kerugian sebesar Rp 1.370.000.

“Terduga pelaku terancam Pasal 362 KUHP tentang pencurian. Ancamannya, hukuman pidana 5 tahun penjara,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *