Hukum & Kriminal

Maling Handphone di Tuban Diamankan, Ngakunya Untuk Bayar Utang Biaya Persalinan Istrinya

×

Maling Handphone di Tuban Diamankan, Ngakunya Untuk Bayar Utang Biaya Persalinan Istrinya

Sebarkan artikel ini
maling handphone di tuban
Polisi merilis kasus pencurian handphone jenis Iphone 11 di Polres Tuban, Jawa Timur.

TUBAN, PorosIndonesia.com – Aksi pencurian handphone jenis Iphone 11 di wilayah Kecamatan Plumpung, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, akhirnya terungkap.

Aksi pencurian yang terjadi pada Sabtu 23 Maret 2024 lalu itu, sempat terekam kamera pengintai alias CCTV dan sempat viral di dunia maya.

Hingga kemudian, polisi mengamankan AS (35), terduga pelaku asal Surabaya, di sebuah toko di Tuban.

Kapolres Tuban melalui Kasat Reskrim AKP Rianto mengatakan, kasus ini terbongkar, berawal dari ungkap kasus pencurian satu dus minyak kapak di sebuah toko di Desa Karangagung, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban.

Penyidik Satreskrim Polres Tuban mengidentifikasi jika dia juga sebagai pelaku pencurian handphone di wilayah Kecamatan Plumpang.

“Ini merupakan pengembangan, awalnya dia tertangkap warga saat melakukan pencurian minyak kapak di sebuah toko di Desa Karangagung,” ucap AKP Rianto.

Menurutnya, sebelum beraksi, pelaku memang mencari sasaran barang berharga yang ditinggal pemiliknya di sepeda motor.

“Jadi dia putar-putar dulu untuk cari calon korbannya,” katanya.

Tibalah saat pelaku AS melihat 1 unit Iphone 11 yang berada di dashboard sepeda motor Honda Beat warna hitam.

Motor Beat milik korban MS (22) itu terparkir di sebuah rumah yang menjadi tempat kejadian perkara (TKP).

MS kebetulan ke rumah temannya, usai membeli sayur dan lauk untuk kebutuhan berbuka puasa Ramadan, pesanan temannya itu.

Apesnya, ketika korban ingin mengambil handphone yang dia letakkan di dasbord motornya, Iphone 11 itu sudah tidak ada di tempat. Padahal, hanya ditinggal beberapa menit saja.

Untungnya, rumah temannya itu terpasang CCTV. Dari rekaman kamera pengintai itu, diketahui bahwa handphone milik korban diambil 2 orang tidak dikenal.

Mereka mengendari sepeda motor Yamaha Mio Soul warna hitam kombinasi putih bernopol L-4057-AG.

Rekaman CCTV itu pun kemudian diserahkan ke Polres Tuban sebagai bukti dalam laporannya.

Dari hasil pemeriksaan, lanjut AKP Rianto, tersangka AS mengaku nekat melancarkan aksi pencurian, karena himpitan ekonomi.

“Tersangka nekat melakukan aksinya karena bingung terlilit utang sebesar Rp 10 juta, untuk biaya persalinan istrinya secara caesar,” terang AKP Rianto.

Selain AS, kata AKP Rianto, masih ada satu pelaku yang saat ini yang belum tertangkap. Namun, pihaknya mengatakan sudah mengantongi identitasnya berdasarkan dari keterangan AS.

Tersangka AS juga mengaku, handphone hasil curiannya dibawa temannya yang saat ini masih dalam pengejaran polisi.

Atas perbuatannya, tersangka AS dikenakan Pasal 363 ayat 1 ke 4e KUHP dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 7 tahun. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *