Hukum & Kriminal

Kurir Online Sabu-sabu Ditangkap di Sidoarjo, Komisi Per Minggunya Ternyata Segini

×

Kurir Online Sabu-sabu Ditangkap di Sidoarjo, Komisi Per Minggunya Ternyata Segini

Sebarkan artikel ini
barang bukti sabu sabu di polrestabes surabaya
Barrang bukti yang diamankan anggota Satresnarkoba Polrestabes Surabaya dari tangan tersangka IZ.

SURABAYA, PorosIndonesia.com – Pria berinisial IZ (34) diamankan polisi saat berada di depan SMP Dharma Wanita I, jalan raya Gedangan, Kabupaten Sidoarjo.

Dia ditangkap Satresnarkoba Polrestabes Surabaya, karena diduga jadi kurir online narkoba jenis sabu-sabu.

Kasat Narkoba Polrestabes Surabaya, Kompol Suriah Miftah mengatakan, ungkap kasus peredaran narkoba jenis sabu-sabu ini, berawal dari informasi masyarakat yang mengetahuinya.

Dari situ, polisi langsung bergerak melakukan penyelidikan di sekitar lokasi yang sudah dikantonginya.

Selang beberapa waktu, polisi mendapati seseorang yang aktivitasnya mencurigakan di depan SMP tersebut.

Tanpa menunggu waktu lama, polisi pun mendatanginya dan langsung melakukan penggeledahan.

“Tersangka tidak dapat mengelak, dengan ditemukan barang bukti sabu-sabu di dalam tas yang dipakai tersangka,” ujar Kompol Suriah Miftah, Senin (4/02/2024).

Pihaknya merinci, barang bukti yang diamankan dari tangan tersangka IZ, di antaranya 19 plastik klip berisi sabu-sabu seberat 87,929 gram, 3 plastik klip bekas sabu-sabu.

Juga 4 bendel plastik klip, 1 skrop terbuat dari sedotan, 2 tas cangklong, 1 unit handphone, dan 1 timbangan elektrik

“Tersangka beserta barang bukti tersebut sudah diamankan di Mapolrestabes Surabaya untuk proses hukum lebih lanjut,” lanjutnya.

Dari hasil pemeriksaan, kata Kompol Miftah, tersangka IZ mengaku mendapatkan sabu-sabu dari seseorang berinisial R.

Untuk mengambil barang terlarang tersebut, tersangka menggunakan sistem ranjau di daerah Sedati, Kabupaten Sidoarjo sebanyak 1 bungkus seberat 1 Ons.

Kemudian, tersangka mengirim kembali atas perintah R. Dari perannya itu, mereka mendapatkan komisi sebesar Rp 400 ribu per minggunya.

Kompol Miftah menambahkan, R sudah ditetapkan sebagai DPO (daftar penarian orang) pada Selasa 20 Februari 2024 sekitar pukul 19.00 WIB, dan kini masih dalam proses pengejaran.

Akibat perbuatannya, imbuhnya, tersangka IZ terancam dikenai Pasal 114 ayat (1) sub pasal 112 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. (*/nas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *