Hukum & Kriminal

Ringkus 10 Tersangka Kasus Narkoba, Polisi Tuban Sita 20 Ribu Lebih Carnophen

×

Ringkus 10 Tersangka Kasus Narkoba, Polisi Tuban Sita 20 Ribu Lebih Carnophen

Sebarkan artikel ini
Polisi sedang menunjukkan 10 tersangka dan barang buktinya saat konferensi pers di Polres Tuban.

TUBAN, PorosIndonesia.com – Polres Tuban Jawa Timur, mengamankan 10 tersangka dari 8 kasus peredaran narkoba yang diungkap selama dua pekan terakhir.

Delapan kasus narkoba tersebut, di antaranya 3 kasus sabu-sabu dengan barang bukti 4,61 gram. Kemudian, 2 kasus pil LL yang barang buktinya sebanyak 370 butir.

Selanjutnya, 1 kasus pil Y dengan barang bukti 168 butir, serta 2 kasus Carnophenyang barang buktinya sebanyak 20.200 butir

Dari depan kasus tersebut, paling menonjol adalah kasus Carnophen, dimana polisi mengamankan barang bukti sebanyak 20.200 butir.

Kasat Resnarkoba AKP Teguh Trio Handoko mengatakan, pengungkapan 8 kasus narkoba ini merupakan hasil pengembangan dari kasus sebelumnya.

Menurutnya, di antara 10 tersangka, ada 3 tersangka yang diringkus dari kasus peredaran carnophen.

Ketiganya masih satu jaringan. Rinciannya, 2 tersangka berasal dari Tuban, sedangkan 1 tersangka lainnya berasal dari Jakarta.

“Yang berhasil kita amankan dengan barang bukti Carnophen ini ada tiga tersangka,” kata AKP Teguh, Kamis (18/1/2024).

Penangkapan tersangka kasus Carnophen ini, lanjutnya, berawal dari penangkapan salah satu tersangka berinisial M di perumahan Perbon.

Dari tangan M ini, polisi mengamankan barang bukti Carnophen sebanyak 900 butir.

Kepada polisi, M mengaku mendapatkan barang terlarang tersebut dari seorang berinisial WA.

Tanpa menunggu waktu lama, polisi kemudian meringkus WA, sekaligus mengamankan barang bukti sebanyak 19.300 butir Carnophen.

Belasan ribu butir Carnophen tersebut disimpan di dalam gentong di sebuah rumah kosong, yang berada di kelurahan Karang, kecamatan Semanding, kabupaten Tuban.

Polisi terus melakukan pengembangan, kemudian muncul satu nama berinisial J, yang berasal dari Jakarta.

Dialah ternyata yang selama ini menyuplai atau memasok barang terlarang tersebut kepada M dan WA.

Selanjutnya, polisi pun menghentikan gerak J terkait kasus peredaran Carnophen. Dia ditangkap polisi di wilayah Jakarta Barat.

M dan WA juga mengaku, mereka membeli Carnophen ke inisial J seharga Rp 2,5 juta per seribu butir Carnophen

“Lalu, mereka jual ke pasaran sampai Rp 6 juta per seribu butirnya,” ungkap AKP Teguh.

WA mengaku, lanjutnya, sudah menjalankan bisnis terlarang ini sebanyak 2 kali.

“Untuk pengiriman barang yang kedua, sudah sempat diedarkan sebanyak 4.800 butir,” Sambungnya.

Saat ini, polisi masih terus melakukan pengembangan terkait kasus peredaran narkoba di wilayah Tuban.

“Kalau barang tersebut didapatkan dari mana, masih kita lakukan pengembangan,” terang AKP Teguh Trio Handoko.

Atas perbuatannya, para tersangka terancam dijerat Pasal 112, 114 Undang-undang Narkotika dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun dan maksimal 20 tahun penjara. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *