Hukum & Kriminal

Diduga Berbuat Begituan ke Cewek Bawah Umur, Oknum Guru Ngaji Diamankan di Polres Mojokerto

×

Diduga Berbuat Begituan ke Cewek Bawah Umur, Oknum Guru Ngaji Diamankan di Polres Mojokerto

Sebarkan artikel ini
Polisi sedang mengamankan oknum takmir musala sekaligus guru ngaji, terduga pelaku pencabulan kepada cewek di bawah umur di Mojokerto.

MOJOKERTO, PorosIndonesia.com – Oknum takmir musala sekaligus guru ngaji di Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto terpaksa diamankan Polsek Mojoanyar, Kamis (18/1/2025) malam.

Oknum guru ngaji berinisial AR (59) itu diamankan polisi setelah dilaporkan mencabuli anak di bawah umur.

Dia juga sempat diinterogasi warga dan keluarga korban di rumah kepala dusun (Kasun) setempat.

Diduga, korban dari prilaku tak senonoh AR ini tidak hanya satu, melainkan empat gadis. Selain merupakan tetangganya, diduga ada juga cewek dari desa lain.

Perbuatan tak patut ditiru dari AR itu terbongkar, diawali dari salah satu korban yang bercerita ke kakaknya, tentang aksi bejat AR kepadanya.

Tak lama kemudian, perilaku AR menjadi buah bibir. Agar tak makin meluas, warga pun mencari dan akhirnya menggelandang AR ke rumah Kasun untuk dicerca pertanyaan-pertanyaan.

Kemudian, petugas Polsek Mojoanyar mengamankan terduga pelaku dan melimpahkannya ke Satreskrim Polres Mojokerto untuk menjalani pemeriksaan. Juga korban dan kedua orang tuanya, untuk diminta keterangan.

”Untuk penanganan kasusnya, saat ini dilimpahkan ke Satreskrim Polres Mojokerto karena Polsek Mojoanyar tidak melakukan penyidikan,” ujar Aipda Listiono, Kanit Reskrim Polsek Mojoanyar, dikutip dari Radar Mojokerto.

Menurutnya, dari keterangan sementara, aksi dugaan pencabulan AR terbongkar saat salah satu korban berinisial NI (17) melaporkan tindakan terduga pelaku ke kakaknya.

Saat itu, korban yang sedang berada di rumah tiba-tiba didatangi AR dan langsung meraba-raba bagian tubuh intimnya, pada Sabtu (13/1/2024).

Selain itu, terduga pelaku juga sempat mengaku berbuat serupa pada tiga gadis lain sebelumnya.

Modusnya, korban diiming-imingi dengan uang senilai Rp 50 ribu untuk bisa melampiaskan hawa nafsunya.

”Informasinya, perbuatannya dilakukan seminggu yang lalu. Kurang lebih ada empat korban. Modusnya diiming-imingi uang kemudian dipegang dan diraba-raba,” ungkapnya.

Informasi yang dihimpun, selain NI, tiga korban aksi bejat SR ini juga dialami OA (16), AP (15), dan NA (14). Mereka adalah tetangga sekaligus murid ngaji terduga pelaku.

Untuk membuktikan perbuatannya, saat ini Unit PPA Satreskrim masih melakukan penyelidikan dan penyidikan. Termasuk memeriksa korban sebelum ditangani lebih lanjut.

”Untuk kronologi dan identitasnya nanti Polres yang akan menanganinya. Karena ada unit tersendiri yang menangani kasus tersebut, yakni Unit PPA,” pungkasnya. (rm/ans)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *